yup ....sangking originalnya,aku minta maaf jika rumus ini ga tepat bagi anda, tapi sudah aku uji dan coba, semoga bermanfaat.
semua karena aku banyak nanya tapi ga ada yang bisa ngasih solusi,akhirnya aku berinisiatif melakukan experimen coba-coba. Di pasaran kan banyak scope yang garis kekernya(aim reticle) ada yang berbentuk titik-titik( mill dot) ada yang kombinasi sekalian ama garis-garis yang mirip tangga. Nah itu kata orang namanya (Range Finder Reticle) Apa maksudnya,gimana cara nggunainnya. berikut dengan singkat aku mencoba berbagi infonya.
Kali aja kurang jelas,silahkan disampaikan.
thats it :semua karena aku banyak nanya tapi ga ada yang bisa ngasih solusi,akhirnya aku berinisiatif melakukan experimen coba-coba. Di pasaran kan banyak scope yang garis kekernya(aim reticle) ada yang berbentuk titik-titik( mill dot) ada yang kombinasi sekalian ama garis-garis yang mirip tangga. Nah itu kata orang namanya (Range Finder Reticle) Apa maksudnya,gimana cara nggunainnya. berikut dengan singkat aku mencoba berbagi infonya.
Kali aja kurang jelas,silahkan disampaikan.
D=(10xTD) / RF
D : Distance / range (m/yrd)
TD: Target Dimension (inch)
RF: Range Finder Reticle (blok)
10: own base value from my experiment,procesed tobe more simple
example:
TD= Tekukur/dara +-4inch
RF= 1 bar/ kotak
D=(10X4) / 1
=40 METER
i hope this useful for you......i'm sory if any mistaken,this just my ORIGINAL experimental syntaxis,....the result is ''aproximate''+- may be work well only at my scope one.
No comments:
Post a Comment